Ini rumahku. Bagian paling indah dari rumahku...yaa dapurku.
Duduk santai sambil mengiris sayuran dan meracik bumbu.
Pawon untuk perapian yang siap mendidihkan air , meski dengan panci ukuran paling besar. Asap mengepul yang sesekali membuat tersedak saat apinya mati dan harus dinyalakan memang itulah yang membuat tempat ini semakin hangat dan nyaman.
Lemari perabot berbentuk kotak besar adalah hasil buah tangan almarhum ayahku masih awet sampai sekarang. Apa saja bisa masuk dan sangat bermanfaat.
Dinding separoh batu bata dan separuh keatas adalah anyaman bambu memang membuat asri.
Tercantel kalender dimana kita sering melihat,saling bertanya, atau merencanakan sesuatu dengan keluarga saat kami duduk dan minum teh bersama. Dulu kakekku suka menyelip kan kalender seperti itu , gambar nya pak Sukarno atau ibu Megawati. Tersirat bahwa kakek seorang nasionalis.
Meracik bahan masakan disini sangat menyenangkan. Oseng pare kesukaanku, 15 menit pasti sudah matang. Aroma bumbu yang ditumis, dengan cabe dan tempe semangit itu membuat lapar.
Dua tungku menyala pelan, suara minyak mendidih mengubah sesuatu menjadi kuning keemasan. Kompor yang handal ,patner kerja yang setia.
Selendang ayunan putriku terikat kuat diatap bambu. Dia suka memakainya saat kami berkumpul , dan aku menyuapinya. Lagu lagunya yang indah mengiringi ibunya menuntaskan tugas dapur yang melelahkan tapi menyenangkan.
# Sunday in the kitchen#
# baiti jannati#
# happy family #
#