Kamis, 22 Oktober 2020

Cepat,Cepat

Ujian semester dimulai. Hujan gerimis mengiringi. Sebagian anak sudah terlihat setengah basah pakaiannya. Dari rumah lupa tidak memakai mantol atau memang sengaja tidak memakai mantol. alasannya mungkin repot atau kurang keren.
Sudah semalam hujan tidak reda. Mendung ,gelap seolah belum ada tanda tanda berhenti. Keadaannya dingin , basah dan remang tanpa cahaya merah dilangit. Air sudah menggenang dihalaman sekolah . Semakin lama tampak hampir menelan kursi taman dibawah pohon beringin besar. Pohon itu ditengah - tengah ruang - ruang kelas yang berdiri melingkar. Tingginya kursi taman tak lebih daripada teras kelas. Selama kursi taman itu masih tampak, maka air tak akan masuk ruang kelas. Tiba- tiba kursi taman dari semen permanen itu benar -benar tenggelam, sementara hujan belum juga reda. Para siswa tetap fokus pada pekerjaan mereka, hanya sesekali menengok keluar dan bilang " wah banjir...".
-----
Wah...., air itu, air bergerak naik, meleber dan melebar, sampailah ke teras kelas. 
Guru pengawas keluar dan saling bertatapan antar ruang ujian. 
Satu persatu guru mulai lepas sepatu. Berteriak meminta siswa segera selesaikan ujiannya. Siswa sudah mulai gaduh, tapi soal belum semua dikerjakan, mereka tetap ingin bertahan menyelesaikan. Daun daun kering dari pohon beringin mulai berlayar bebas diatas air yang kian naik di dalam kelas. Rupanya tak bisa disepelekan. Inilah banjir. Guru segera menyelamatkan kertas LJK siswa. Meminta paksa mereka keluar dan segera pulang. Anak anak berhamburan, namun tak bisa berjalan cepat. Air sudah setinggi paha . Di lokasi parkir,ratusan motor siswa telah terendam. Mendadak truk besar melintas pelan didepan pagar sekolah. Gerak truk menekan air hingga menjebol pagar bumi sekolah. Anak anak berteriak histeris, dan banyak yang menangis. Guru bergotong royong mendorong motor keluar pagar sekolah ,hingga menuju dataran yang lebih tinggi. Mesin- Mesin motor telah mati,tak bisa distarter. Petugas dari Polsek ikut membantu menenangkan anak anak, dengan membawanya dengan aman ke kantor Polsek,dan bale desa setempat. Mereka akan  menanti orang tua menjemput ke balai desa.
Banjir itu nyata dialami,cepat sekali. Setelah motor siswa dan pemiliknya aman, para guru dan karyawan meyelamatkan buku buku dan alat alat kantor. Semua diangkat ke atas meja. Masih bisa diselamatkan. Mereka saling membantu,jangan sampai ada barang berharga yang terambah air. Ada yang diangkat sampai atas lemari. Printer,laptop,dan alat alat elektronik telah berada di dalam lemari yang tinggi. Air sudah sampai ke perut,namun guru tetap belum beranjak. Kepala sekolah tidak ditempat.Kondisi banjir sudah di koordinasikan,dan segera dikonsultasikan dengan dinas pendidikan kabupaten. Kepala Sekolah memerintahkan agar guru karyawan tidak meninggalkan kantor sebelum ada kepastian ijin libur belajar dari dinas. Dari instruksi tersebut, guru tetap tenang di dalam kantor sekalipun badan sudah terendam setengah. Mereka naik keatas meja,sambil menunggu keputusan kepala sekolah. Setengah jam kemudian, kondisi makin memburuk. Air setinggi dada, guru harus keluar menyelamatkan diri. Mereka pulang dengan cerita hal baru yang tidak pernah diduga sebelumnya. Hujan sore hingga pagi tidak berhenti. Kabar dari orang orang sekitar sekolah tentang kondisi sekolah semakin menghawatirkan. Meja sudah berjungkil balik dan hanyut berpindah dari tempatnya. Almari ada yang roboh. Buku buku perpustakaan, file guru,buku pelajaran dan alat elektronik tak bisa sembunyi dari serangan air banjir itu. Sekolah sperti mati....,sepi, tergenang air. Entah berapa lama kami butuh waktu untuk bangkit dan pulih.
#cerita badai cempaka -2017#
#sma-ku rawanbanjir #


Minggu, 18 Oktober 2020

Estafet Rohis 2020/2021

                 
Alhamdulillaah...
Hari ini , re organisasi rohis SMA NEGERI 1 RONGKOP telah berhasil dilaksanakan.
Ditengah pandemi covid,tetap jaga jarak dan patuhi protokol, hanya saat foto saja merapat sebentar, gak ada semenit. Cekrek. He he he.....
Semoga Allah memudahkan langkah kami, memberikan manfaat dan kesuksesan.
Semoga pengurus baru bisa amanah dan tertib dalam menjalankan tugasnya.

Fastabiqul Khoirot
Aamiin

Bersamamu di penghujung Pergantian

Asslm.wr.wb.
Anak- anak solih solihah 
yang pantas ibu banggakan,

Malam ini penuh syukur , saya menjadi bagian dari grup ini.
Grup dimana saya merasa berada setingkat lebih tinggi dari keberadaan saya sebagai guru,yaitu menjadi orang tuamu di sekolah

Saya bersyukur menemukan kalian , dan bangga karna punya anak anak terpilih 
Yang salih salihah
Yang cerdas
Yang tanggung jawab akan tugas tugasnya
Dan yang lebih mengesankan adalah
santun dan selalu menjaga nama baik sekolah

Namun waktu selalu bergerak
Hari selalu berganti
Menuju ke waktu dan hari yang lebih baik
Kelas XII, harus segera mengakhiri piketnya
Ngajar btanya nya
Ikut baksosnya
Dan rapat rapatnya...
Namun esensi positif rohis harus tetap ada pada diri kalian yakni:
Cinta kebersihan
Panggilan dakwah
Kepedulian sosial
Dan suka berdiskusi
Sudah ada pada diri seorang ROHIS.

TETAPLAH memiliki jiwa ROHIS,sekalipun pakaian sudah harus berganti alumni.....

Terima kasih anak anakku XII , semoga Allah menjadikanmu
Anak anak pilihan, yang selalu dalam petunjuk.

Anak anakku kelas XI,
Tetaplah Istiqomah dalam belajar di ROHIS
Barangkali disitulah , awal Allah menjadikan kalian orang orang sukses.

Aamiin

Sabtu, 17 Oktober 2020

kbmdaring-arisusana-paiX-rpp03/lk02

Kerjkan soal, tulis jawabannya saja di buku PAI !

Materi ARISUSANA-PAI kelas X, RPP02, LK 01

ASMAUL HUSNA
Allah memerintahkan kita untuk berdoa kepada-Nya dengan menyebut nama-nama-Nya, sebelum kita utarakan permintaan kita. Allah SWT adalah Zat Yang Mahasempurna, meliputi zat dan sifat-Nya, sifat-sifat Allah yang Mahasempurna terdapat dalam Asmaul Husna yang tercantum dalam kitab suci Al-Quran. A. Pengertian Asmaul Husna Secara bahasa, Asma'ul Husna berasal dari bahasa Arab yang terdiri dari "asma" yaitu nama-nama, dan "al husna" yaitu baik, bagus, dan indah. Secara istilah, Asmaul Husna adalah nama-nama Allah yang baik, bagus, dan indah. Q.S. Al-A’raf ayat 180 menjelaskan bahwa pemilik Asma'ul Husna adalah Allah. Di dalamnya terkandung sifat kemahasempurnaan Allah sebagai Khalik. Kita dianjurkan untuk menyebut nama-Nya ketika akan berdoa karena dengan menyebut Asma'ul Husna itu artinya kita memuji kemahasempurnaan Allah. Asmaul husna berjumlah 99. Jumlah ini bukan pembatasan terhadap sifat kemahasempurnaan Allah, melainkan sebuah bilangan yang mempermudah kita untuk menghafalkannya, kemudian menjaganya, dan mengamalkannya, maka Allah akan menjamin kita masuk surga. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW dalam hadis: Artinya: Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a. bahwasanya Nabi Muhammad saw. bersabda, "Sesungguhnya Allah memiliki sembilan puluh sembilan nama, seratus kurang satu. Barang siapa yang menghitungnya(menjaganya), maka ia akan masuk surga." (H.R. Al-Bukhari: 2531 dan Muslim: 4836) B. Menghayati Makna Tujuh Asma'ul Husna 1. Al Karim (Mahamulia) Kemuliaan Allah terdapat dalam sifat-sifat kemahasempurnaan-Nya, seperti Allah Maha Pengasih yang tak pernah pilih Kasih, Allah Mah Penyayang yang rasa sayangnya tak terbilang, Allah Maha Pemberi Rezeki yang tak pernah pamrih, dan lain sebagainya. Artinya: Maka Mahatinggi Allah, raja yang sebenarnya; tidak ada tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, Tuhan (yang memiliki) ‘Arsy yang mulia. (Q.S. al-Mukminum/23: 116) 2. Al Mu'min (Maha Pemberi Aman) Allah adalah satu-satunya Dzat memberi kita keamanan negeri yang patut kita syukuri dengan cara menjaga sikap kita agar bisaa memberikan rasa aman kepada orang lain. Artinya: Dialah Allah tidak ada tuhan selain Dia. Maharaja, Yang Mahasuci, Yang Mahasejahtera, Yang Menjaga Keamanan, Pemelihara Keselamatan, Yang Mahaperkasa, Yang Mahakuasa, Yang Memiliki Segala Keagungan, Mahasuci Allah dari apa yang mereka persekutukan. (Q.S. al-Hasyr/59:23) 3. Al Wakil (Maha Melindungi) Allah memiliki sifat Maha Melindungi dati segala sesuatu yang tidak kita inginkan. Allah adalah satu-satunya zat yang pantas dan harus kita jadikan sandaran dalam hidup. Artinya: (yaitu) orang-orang (yang menaati Allah dan Rasul) yang ketika ada orang-orang mengatakan kepadanya, Orang-orang (Quraisy) telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kamu, karena itu takutlah kepada mereka, “ternyata (ucapan) itu menambah (kuat) iman mereka dan mereka menjawab, “Cukuplah Allah (menjadi penolong) bagi kami dan Dia sebaik-baik pelindung.” (Q.S. ali-‘Imran/3: 173) 4. Al Matin (Mahakukuh) Kekuatan Allah tidak ada tandingannya, tidak akan ada siapa pun yang mampu mengalahkan-Nya dan kehendak-Nya tidak akan pernah tergoyahkan oleh siapapun. Artinya: Sungguh Allah, Dialah Pemberi rezeki Yang Mempunyai Kekuatan lagi Sangat Kukuh. (Q.S. az-Zariyat/51: 58) 5. Al Jami' (Maha Mengumpulkan) Allah Maha Mengumpulkan segala sesuatu dengan sangat mudah, termasuk mengumpulkan manusia kelak di Padang Mahsyar. Artinya: Ya Tuhan kami, Engkaulah yang mengumpulkan manusia pada hari yang tidak ada keraguan padanya. Sungguh, Allah tidak menyalahi janji. Allah tidak menyalahi janji. (Q.S. Ali ‘Imran/3: 9) 6. Al ‘Adl (Mahaadil) Allah Maha adil dalam memutuskan segala sesuatu. Tidak ada zat yang mampu memengaruhi Allah untuk berbuat adil, termasuk dalam memberi balasan pada hamba-Nya. Artinya: Hanya kepada-Nya kamu semua akan kembali. Itu merupakan janji Allah yang benar dan pasti. Sesungguhnya Dialah yang memulai penciptaan makhluk kemudian mengulanginya (menghidupkannya kembali setelah berbangkit), agar Dia memberi balasan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebijakan dengan adil. Sedangkan untuk orang-orang kafir (disediakan) minuman air yang mendidih dan siksaan yang pedih karena kekafiran mereka. (Q.S. Yunus/10: 4) 7. Al Akhir (Mahaakhir) Tidak ada zat yang tersisa di dunia ini, kecuali Allah. Dialah yang Mahaakhir, tidak ada zat setelah Allah. Hal ini menunjukkan bahwa Allah Mahakekal dan Abadi di saat semua makhluk ciptaannya hancur dan binasa. Artinya: Dialah Yang Awal, Yang Akhir, Yang Zahir, dan Yang Batin; dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu. (Q.S. al-Hadid/57: 3) C. Perilaku yang Mencerminkan Keimanan terhadap Asmaul Husna 1. Keluhuran Budi Orang yang yakin bahwa Allah adalah zat yang Mahamulia karena keluhuran dan kesempurnaan sifat-sifat-Nya, ia akan senantiasa menunjukkan keluhuran budi pekertinya dengan perilaku dan perbuatan yang terpuji dan mulia. Allah tidak akan melihat diri manusia dari jasad atau fisik, tetapi semata karena akhlak dan perbuatan kita yang terpuji dan mulia sebagai wujud dari implementasi nilai takwa. 2. Kukuh Pendirian Orang yang yakin Allah Mahakukuh, ia akan mempunyai sikap yang kukuh dalam mempertahankan kebaikan dan kebenaran, tidak akan mudah terpengaruh dengan kondisi dan keadaan lingkungan sekitar yang mengajaknya melakukan hal yang tidak terpuji, dan akan tetap mempertahankan pendiriannya sekukuh keimanannya kepada Allah. 3. Memiliki Rasa Aman Orang yang yakin Allah al Mukmin, ia akan selalu bersikap dan berbuat yang bisa memberikan rasa aman kepada siapa saja. 4. Selalu Tawakal Orang yang yakin Allah Maha Melindungi, ia akan selalu berserah diri kepada Allah. Sifat ini akan disertai sifat ikhtiar, yaitu berusaha dengan sungguh-sungguh. Serta ketulusan dalam berdoa sehingga apapun hasil yang diusahakannya akan selalu ia yakini sebagai hasil yang terbaik dari Allah. 5. Bersikap Adil 6. Semangat dalam Kebaikan Orang yang yakin bahwa tidak ada yang tersisa di hari kiamat nanti kecuali Allah Yang Mahaakhir dan satu saat Allah Maha Mengumpulkan akan mengumpulkan manusia di Padang Mahsyar, ia akan selalu punya jiwa semangat untuk senantiasa berbuat kebaikan pada sesama. e. Kesimpulan - Secara bahasa, Asma'ul Husna berasal dari bahasa Arab yang terdiri dari "asma" yaitu nama-nama, dan "al husna" yaitu baik, bagus, dan indah. Secara istilah, Asmaul Husna adalah nama-nama Allah yang baik , bagus, dan indah. - Asmaul husna berjumlah 99. Jumlah ini bukan pembatasan terhadap sifat kemahasempurnaan Allah, melainkan sebuah bilangan yang mempermudah kita untuk menghafalkannya, kemudian menjaganya, dan mengamalkannya, maka Allah akan menjamin kita masuk surga. - Al Karim artinya Mahamulia, Al Mu’min artinya Maha Pemberi Aman, Al Wakil artinya Maha Melindungi, Al Matin artinya Maha Kukuh, Al Jami’ artinya Maha Mengumpulkan, Al ‘Adl artinya Mahaadil, Al Akhir artinya Mahaakhir.

Jumat, 16 Oktober 2020

Dibalik RahasiaMu

Bulan Maret 2020. Datang virus Corona atau covid 19. Dunia hiruk pikuk dilanda kecemasan. Ketakutan luar biasa saat melihat televisi dengan meningkatnya jumlah korban meninggal. Awalnya hanya melihat di TV tentang negara China yang terkena wabah, kemudian negara lain ,dan sampai juga di Indonesia. Demikian juga hiruk pikuk di dunia pendidikan . Mungkinkah sekolah libur. Merasakan KBM full day sangat membuat lelah ,tidak hanya muridnya tapi juga gurunya. Berandai- andai bagaimana jika sekolah benar benar libur. Pasti menyenangkan seperti liburan semester. Menunggu surat Edaran dari pemerintah, ternyata DIY tetap memberlakukan KBM tatap muka di bulan Mei. Mengapa?
Rumor di kalangan rakyat pedesaan kanjeng Sultan sudah malakukan lakon bisa menolak virus, dan rakyat sudah membuat sayur tujuh rupa untuk keselamatan. Entah benar entah salah,he he he ... memang sudah jadi rejekinya tukang sayur.
Namun virus tetap menjamah Jogja. Sultan mengumumkan belajar daring atau belajar online dari rumah. Senang,namun sedikit khawatir. Mengajar sekolah pinggiran sangat sulit memperoleh signal internet yang bagus. Minggu awal pelajaran daring mulai dilaksanakan. Membuat wa grup kelas atau dengan google classroom. Guru biologi mengundang siswa digrup kelas biologi, guru sejarah, guru geografi,guru matematika, guru ekonomi , semua mapel mengundang murid muridnya untuk bergabung. Begitupun murid - murid. Mereka yang aktif, Segeran klik tautan warna biru yang diminta guru, coba bayangkan berapa grup yang mereka miliki di hape. Pasti ada juga grup keluarga,saudara trah, grup sepak bola,grup kelas dan lain lain.  Benar benar takjub dengan teknologi hape yang kian mahal kian canggih.
Memegang hape seharian dirumah dalam kondisi libur, dulunya seperti mimpi. Tapi kini mereka alami. Tak ada lagi batasan batasan waktu kapan pegang hape dan kapan belajar atau mebantu orang tua. Pokoknya asal pegang hape, maka dianggap belajar daring.
Guru juga tak kalah sibuk dengan hapenya....
Mulailah membuat tugas tugas daring, administrasi daring, video, audio untuk di daringkan. Seminggu KBM daring belum begitu terasa efeknya. Minggu kedua setelah memeriksa pekerjaan siswa lewat hape,ternyata melelahkan. Lebih lelah daripada koreksi manual. Mata sakit, kepala kliyengan. Mengajar 12 kelas dengan jumlah siswa perkelas 25 sampai 30 orang. Sekali tugas masih ringan, tapi jika sudah tugas kedua,ketiga,ke empat dan sampai sekarang kurang lebih 8 bulan maka sangat lelah.

Sabtu, 10 Oktober 2020

Pacar Jilid 1

Hari itu cuaca cerah
Namun perasaanku mendung...
Gumpalan gumpalan awan dipelupuk mata hampir jatuh.
Aku berat melepas kekasihku
Sorot matanya begitu memelas melihatku.
Menampar pipiku lirih,karena sakit hatinya yang dalam.
Dia tak berani mamaksaku melanjutkan hubungan.
Tidak sekedar menjauhi hatinya,
Tapi aku benar benar sudah menjatuhkan pilihan untuk meninggalkannya.
Keputusanku sudah bulat.
Perbedaan asa dan tembok larangan orang tua yang begitu tinggi.
Hati kecilku mencintainya
Memuji ketulusan 
Memuji kebaikan dan segala perhatian.
Aku memang mencintainya tapi untuk memilikinya, hatiku masih berat.
Aku bertanya pada Tuhan," bukan yang ini kan???"
Sekarang atau besok aku akan temukan cinta yang sesungguhnya....

Jumat, 09 Oktober 2020

Kebajikan Yang Tersembunyi

Jikalau petani selalu memikirkan ladangnya, pedagang memikirkan labanya, Bu Darmani sebagai pendidik selalu memikirkan perkembangan anak didiknya. Apa yang terjadi di sekolah pada hari ini selalu dibawanya pulang dan menjadi bahan renungan untuk sebuah keputusan atau evaluasi. 5 tahun menjadi guru tidak lah waktu yang singkat. Menjadi guru honor yang tak pernah minta digaji, tapi karna sebuah pengabdian. Guru adalah pilihan hidupnya, alasannya adalah dia bisa beribadah lebih banyak kepada Sang Pencipta. Bagaimana tidak ? Menjadi guru itu banyak memberi nasihat dan keteladanan. Berdakwah bukanlah panggilan kewajiban, namun sudah menjadi hasrat hati setiap pagi hingga menjelang sore hari. Lelah sepulang mengajar di sore hari dianggapnya sebagai penghapus dosa . Dia ingat pada sebuah nasihat bahwa setiap tindakan selalu di pertimbangkan matang- matang. Jikalau guru tidak hati- hati dalam berbicara, bersikap dan menghormati orang lain, maka tidak akan berhasil dalam mengajarkan keteladanan. Ketertarikannya pada perkembangan anak dan variasi karakter yang mereka miliki,sangat jelas terlihat pada sikapnya . Dalam menyelesaikan persoalan peserta didik dia tak pernah luput dan menghindar. Terlebih ketika karakter “ ati atos” para siswa itu bisa dia lunakkan, itulah puncak dimana dia merasa berarti. Setiap menemuai siswa baru, semua dianggap menjadi teka-teki yang harus dipecahkan . Dia dibesarkan di lingkungan agamis, yang percaya bahwa siapa yang menanam pasti akan memanen. Begitu pun dengan profesinya. Setiap kali hendak menyerah karna keadaan ekonomi , orang tualah yang memaksanya untuk bangkit dan bersabar. Tuhan pasti memberi jalan kepada setiap hambanya yang berusaha. Saat ini dia berada di kelas. Berpuluh pasang mata siswa menatapnya. Menurut pengakuan siswanya , Bu Darmani kalau mengajar suaranya lirih dan lemah. Itulah yang menyebabkan para siswa selalu berkonsentrasi memasang telinga dan mata fokus pada gerakan- gerakan bibirnya. Cerita – cerita yang ia sampaikan kepada siswa begitu penuh makna. Jika ceritanya sedih ,kadang kadang sampai membuat mata rembes. Suara lirih dan lemah itu malah menjadi sebuah kesempurnaan ceritanya. Salah satu anak bermasalah telah menarik perhatiannya . Dia adalah Laila. Siswa itu berparas cantik, tinggi tegap tubuhnya. Bola matanya indah , dan bibir yang kemerahan. Di akhir kelas tiga SMA , dia banyak tidak masuk sekolah. Alasan sakit atau bahkan tanpa keterangan. Saat di kelas pandangannya kosong dan sering menangis. Bu Darmani tidak tergesa dalam menengani anak tersebut, sebelum cukup penyelidikan. Setelah jam Pelajaran Bu Darmani berakhir, siswa itu menangis di UKS. Banyak prasangka dari guru bahwa berada di UKS adalah dalam rangka menghindari mata pelajaran kimia . Rupanya setiap hari yang sama dan jam yang sama dia selalu menagis dan ingin masuk UKS. Kesimpulan sementara Kimia adalah mata pelajaran yang menakutkan. Maka langkah awal yang bisa Bu Darmani lakukan adalah mengajak berdiskusi guru kimia terkait apa yang harus diubah agar dia mau mengikuti pelajaran kimia. Pendekatan dari guru kimia sudah seminggu dilakukan, namun belum begitu terlihat perubahan pada si anak. Maka Bu Darmani semakin penasaran, “jangan jangan bukan kimia? “ muncul pertanyaan itu dalam hati. Apakah karna mata pelajaran sebelumnya ? Sekarang waktunya Bu Darmani mendekatinya di UKS. Air matanya Laila terus mengalir. Teman- temannya dengan setia menunggu dan memberinya semangat. Ada yang bertanya padanya kenapa menangis?, tapi tak satupun mereka peroleh jawaban. Maka semua anak yang ada di UKS tersebut di suruh keluar oleh Bu Darmani. Mulailah Bu Darmani menyelami hati dan memeriksa setiap air mata Laila yang menetes. “ Nak , kenapa menangis ?” tanya bu Darmani dengan lembut dan hati- hati. “ Takut buk..” Jawabnya sambil tes tes.... air dari kedua matanya keluar. “ Siapa yang kamu takutkan ?” dalam hati Bu Darmani sudah terbersit guru kimia. “ Apakah kau takut sama guru kimia ?”, dia menggeleng. Pertanyaan Bu Darmani sudah banyak mengalir, tapi belum juga ditemukan jawabannya. Berulangkali hanya menjawab takut. Kepada siapa ? dia hanya menggeleng. Bu Darmani ingin kondisi anak tidak berlarut larut. Dia ambil daftar nama nama Guru, dan hendak membacakan nama – nama itu di depan Laila. Mulai dari kepala sekolah apakah kau takut ? dia menggeleng. Guru bahasa Indonesia ? dia tidak takut. Guru matematika, biologi, kimia,fisika, olahraga ? dan semua nama guru mata pelajaran itu disebutkan hingga kode 15 semua nama tidak dia takuti. Sampailah di kode 16 yaitu nama Ibu Darmani. Apakah kau takut ? Laila mengangguk. Air matanya menetes deras. Bu Darmani memeluk Laila sambil tersenyum dan mencium keningnya. Namun bocah itu semakin menangis. Kini Bu Darmani duduk lebih santai di dekatnya. “ Nak, setiap orang pernah melakukan kesalahan. Setiap orang pernah punya masa lalu. Ada yang gelap dan ada yang gelap sekali. Tetapi Allah melarang kita berputus asa . Jika kita sudah takut akan dosa , maka segera bertobat. Allah pasti mengampuni. Tangis Laila reda. Sesekali dia menatap Bu Darmani dan sesekali mengangguk. Ketakutannya pada bu Darmani bukan karena wajahnya, bicaranya atau jabatannya sebagai guru. Namun ketakutannya itu adalah karena Bu Darmani yang sering menceritakan balasan dia khirat bagi para pendosa terlebih pezina. Tangis Laila seperti sebuah kotak rahasia yang sulit diungkap isinya. Namun bagi Bu Darmani, dia temukan kunci kotak itu. Kini sudah terbuka dan diketahui isinya yakni masa lalu Laila yang selalu membayanginya hingga dia selalu merasa takut. Semoga dengan terbukanya hati Laila oleh seorang pembaca hati, maka Laila akan bangkit dan dapat menyelesaikan pendidikan tingkat atasnya. Sejak itu Laila tidak lagi berwajah bingung. Siang hari di dekat mushola wajahnya sudah basah dengan air wudhu,dan senyumnya memperindah suasana hati Ibu Darmani. 
***
 Bu Darmani sedang sibuk. Menyiapkan berkas yang harus dia susulkan ke Dinas Pendidikan. Rupanya dia kehilangan kesempatan untuk pengangkatan pegawai masal tahun ini. Wajahnya begitu memelas , namun sikap tawakal sudah menguasai hatinya. Berkas yang ia susulkan sudah tak bisa memperbaiki nasipnya. Telpon dari teman- teman yang beruntung berulang kali dia angkat. Semua menanyakan nasipnya. Namun Bu Darmani menjawabnya dengan datar. Dia sudah paham bagaimana Allah menakar rejeki seseorang. Pasti tidak akan salah.
 *** 
Di tahun berikutnya kesempatan baik datang kepada Bu Darmani ketika ada pembukaan formasi CPNS. Dia mencoba mendaftar . Hari yang ditentukan dia mengikuti ujian. Heran dan terkesima dia melihat soal sebanyak 200 butir itu. Seolah dimudahkan, semua terjawab dengan tepat. Khayalan Bu Darmani begitu tinggi ketika soal demi sioal berhasil ia takhlukan. Hujan deras mengiringi kepulangannya. Bibirnya menyanyi di sepanjang jalan. Tidaklah dia rasakan kedinginan sekalipun badanya basah kuyup. Optimis dalam hatinya, namun tetap berusaha menyembunyikan. Karna semua perlu campur tangan Tuhan lewat keridhaanNya.Tak lama berselang, dengan cepat pula dia dapat pengumuman lolos tes tersebut. Allah pasti memberi keadilan. Satu yang masih mengganjal di hati, soal soal yang keluar dalam tes itu tak pernah ada dalam SKS mata kuliah Bu Darmani. Kesediaan Bu Darmani belajar dan mengajar mata pelajaran apapun, memang sudah jadi liku liku jalan untuk dapatkan banyak pengetahuan. Seolah semua telah di atas kertas putih dan ditulis dengan tinta emas.Terlipat rapi dalam sebuah kotak , dan Tuhanlah pemilik kotak rahasia itu. Setiap manusia pasti punya cita- cita . Diperlukan ikhtiar dalam mencapainya. Kadang – kadang terjatuh dalam kegagalan. Tidak perlu berlari untuk menghindari kegagalan, tetapi cukup berusaha saja untuk bangkit. Dalam perjalanan meraih cita cita yang dibutuhkan adalah sikap Optimis. Keyakinan bahwa Allah Ar Rahman dan Ar Rahim akan menjadikan kita berusaha menjadi hamba terbaiknya. Dia tidak akan membiarkan kita dalam kesulitan yang panjang karena Dia lah sebaik- baik penolong. #kuat_asa#

Kamis, 08 Oktober 2020

Ditabrak Hantu Laboratorium

“Ibu... aku tak mau ikut acara ini” “ Loh kenapa?” “ Takut buk...!” Seorang siswa menemuiku dengan tangan berkeringat dingin dan gemetar. Di pelupuk mata sudah terlihat berkaca- kaca. Kalau sudah begini, aku mulai curiga. Dia sudah menangkap kekuatan negatif yang bereaksi dari badannya. Sebagai guru baru, ini kedua kalinya aku mendampingi siswa dalam kegiatan pesantren kilat. Di tahun pertama, malam doa dan ruqyah memang membuatku harus bersiap , mental dan fisik. Malam yang dingin, di lantai musola sekolah. Sudah beralas tikar, namun karna masjid berada di dekat sawah penduduk, maka dingin tetap merasuk dibadan. Jeritan siswa putri, menambah malam makin mencekam. Sinta, Novia, Reni adalah siswa yang sering kesurupan di sekolah. Hampir setiap hari, dan jam yang sama mereka menjerit histeris. Kegiatan belajar mengajar terganggu dan tersita untuk menangani siswa seperti ini. Sebagai guru Agama, aku harus selalu berada disamping siswa tersebut. Ini tak biasa. Aku tak punya kemampuan supranatural atau doa –doa mujarab untuk mengusir roh halus. Jika terjadi kesurupan, kami dan para guru hanya berusaha menyadarkannya dan membawanya ke puskesmas. Pada malam ruqyah itu, aku hanya ikuti saja apa perintah ustadz pemberi materi. Kegiatan itu sampai larut malam , bahkan sampai dini hari. Siswa benar benar dibersihkan dari hal – hal negatif dari dalam dirinya, baru kemudian kegiatan berakhir dan mereka di ijinkan tidur. Pada acara yang sama di tahun kedua ini aku juga bersiap untuk mendampingi kegiatan tersebut sampai selesai. Sebelum kegiatan mulai, banyak anak terutama siswa putri yang tidak mau mengikuti. Aku mencoba menenangkan mereka dan mengatakan bahwa kegiatan tersebut hanya doa , tidak akan terjadi apa- apa. Pemateri sudah datang, acara dibuka dengan perkenalan santai, menuju nasihat- nasihat dan diakhiri dengan pembacaan ayat- ayat. Ditengah lantunan ayat, ada siswa yang menangis. Awal reaksi seperti ini sebagai pertanda , anak bermasalah. Tangisnya reda, namun begitu aku tengok kembali dia pingsan. Aku tekan syaraf- syaraf kejut seperti yang biasa aku lakukan di kelas. Ruas jari jempol dan jari telunjuk, belakang telinga , atau jempol kaki aku tekan kuat –kuat. Biasanya ini membantu dia untuk bangun siuman. Aku sudah menekan beberapa titik kejut tapi tidak ada reaksi. Aku berikan minyak kayu putih diujung hidungnya, namun tetap tidak bergerak. Aku panggil namanya berulang kali , tapi tidak ada respon sama sekali. Siswa tersebut segera dihadapkan pada ustadz, dan diberi doa- doa pengusir jin . “ Siapa yang pingsan itu ?” aku berbisik pada salah seorang peserta. “ Sisri bu, yang sering pingsan saat pelajaran”. Jawab seorang anak. Setelah dibacakan ayat oleh ustadz , anak itu sadarkan diri. Kegiatan doa berakhir dengan lancar dan tidak menguras tenaga seperti tahun lalu. Aku menghela nafas lega , penuh syukur. Jadwal istirahat anak tidak mundur . Pagi hari setelah salat subuh peserta boleh berkemas , dan menanti apel penutupan kegiatan pesantren kilat. Ada yang harus ku ketahui tentang Sri, siswaku yang sering pingsan di kelas. Apa penyebabnya, dan mampukah aku terlibat dalam hidupnya untuk memberi solusi. *** Pagi yang cerah, awal pmbelajaran yang baik karna aku sudah siapkan berbagai materi menarik dan game yang menantang untuk para siswa. Masuk ke dalam kelas dan hendak memberi salam. Aku harus menaruh buku presensi dan bahan ajar. “ Bu, jangan duduk!” Ada orang dikursi...” perintah Sri lirih kepadaku. Gadis yang duduk di meja paling depan berhadapan dengan meja guru. Sepontan aku merinding. Ingin berlari tapi aku tahan. Aku harus berusaha tenang , karna jika aku lari apa yang akan terjadi dengan seluruh siswa di kelas itu. Badanku gemetaran ketakutan, namun tetap kusembunyikan. “Bismillaaah, A’u dzubillaah.... hi..mi..nasy..syaitoonirrajiim... laa haula walaaquwwata illa billaaah. “ Bisikku dengan komat kamit gemetaran. “Sri, bisa kau suruh dia pergi...” , aku mendekat pada Sri dan merangkul bahunya sambil membungkuk, supaya dialog kami tidak didengar banyak siswa. “ iya.., sudah bu. Sudah tidak ada.” Huuufh, aku melonngarkan nafas. Aku duduk dan membaca ayat kursi, kemudian mengucap salam dengan sikap terpaksa tenang. Hampir seluruh siswa tidak paham dengan kejadian yang kualami bersama Sri, namun beberapa orang mengerti. Pembelajaran mulai, kian aktif dan asyik. Banyak siswa yang merespon pertanyaanku, menyampaiakan pendapatnya, tertawa dan bertepuk tangan. Aku memandang Sri, tanpa reaksi gerakan ataupun berkedip mata, begitu tajam menatapku. Wajahnya senyum, tapi senyumnya menakutkan seperti tokoh film horor yang bernama Susana.Sepertinya pikirannya diluar materi pelajaran. Batinku tak henti mengucap ta’awudz , Surah An- Nas , dan Al Falaq. Dua jam pembelajaran telah selesai. Aku mengakhirinya dengan motivasi dan salam. Sesekali aku masih melirik Sri yang menunduk. “Sri, ibu mau bertemu denganmu nanti pada saat istirahat ya..!”, pintaku dengan lembut. Sri mengangguk saja. Tidak menjawab sepatah katapun. Aku keluar kelas dengan dada penuh cerita. Cerita Sri dan makhluk halus yang ikut pelajaran hari ini. *** Waktu istirahat , terlihat Sri datang berdiri ditengah pintu kantor guru. Pandangannya menyebar mencari wajahku. Aku sudah terlebih dahulu melihatnya. Aku membawa Sri ke Ruang UKS yang kosong. Kebetulan ruangannya bersebelahan dengan kantor Guru. “ Sri, sehat kau nak ?” “ iya bu,” “Ibu mau tanya, kau bisa melihat jin ? “ iya bu, itu temannya kakak saya. “ Kalau saya ke Sekolah, kadang ngikut” terang Sri sambil tersenyum. “Kamu kenal jinnya ?” “ Iya bu, kadang dia juga bantu saya, tapi jin yang disekolah itu sering ganggu saya bu.” “Ceritakan Sri, jin yang di sekolah itu seperti apa ?” pintaku pada Sri berharap banyak informasi darinya. “ Ada yang rambutnya panjang dan matanya melotot, ada yang cuma kaki menggantung , biasanya dikamar mandi, ada juga yang seperti anak kecil berlarian di depan kelas, ada juga yang badannya besar.” Cerita Sri sangat detail tentang rupa-rupa jin. “ Kamu sering pingsan kenapa ?” “ Karna saya lihat dan ditabraknya lalu saya pingsan bu .” Cerita Sri membuatku semakin aneh dan merinding. “Sri, dengarkan ibu..”, Aku memandangnya dengan tajam agar dia fokus pada kalimatku. “Kamu sakit. Kamu harus sembuh.” Mampu melihat Jin itu suatu kelebihan juga, tapi sekiranya mengganggu aktivitas , maka harus ditutup saja. “ Makhluk Allah banyak macamnya, tapi yang paling sempurna diantara ciptaanNya adalah manusia. Jika kita berteman dengan jin, maka level kita sudah menurun. “ Bener gak Sri ?” tanyaku meminta persetujuan. Lagi- lagi Sri hanya tersenyum. Entah apa yang dipikirkan Sri. “Apakah kedua orang tuamu masih ada ?” “Iya, masih bu. Hanya saja ayah saya sakit. Sejak ada orang datang kerumah untuk menagih hutang, ayah saya langsung sakit. “ “Apa karna kebanyakan pikiran ya ?” , tanyaku penuh selidik. “Tidak juga bu, tapi wajah ayah saya diludahi orang tersebut , dan setelahnya dia tidak bisa bicara.” Cerita Sri sangat pilu, hingga air matanya mulai keluar. “Saya pernah kepikiran bunuh diri buk, karna saya pikir saya menambah beban ibu. “ “ Aduh,..kenapa sempit sekali pikiranmu ?”, tanyaku meninggi. “Bunuh diri itu dosa nak !” terangku kepada Sri. Bel masuk berbunyi, Sri segera berpamitan dan kembali ke kelas. Setelah kejadian itu, Sri masih saja pingsan di kelas. Saat pelajaran biologi, kimia, fisika dia memutus fokus guru saat menerangkan. Kejadian tersebut menbuat guru mengeluh, dan hendak masarh kepada Sri. Aku merasa kasihan pada Sri. Dia sangat terbebani psikisnya. Wajar saja kalau banyak jin menghantui pikiran kosongnya. Aku mulai mencari jalan untuk Sri. Siapa tau aku bisa mengurangi kesedihannya dan bisa membangkitkan semangatnya. “ Kamu mau sembuh kan Sri ?” tanyaku tegas pada Sri di UKS siang ini. “ Iya buk , tapi bagaimana caranya ?” Jawab Sri membuka peluangku untuk lebih dekat padanya. “ Begini nak, ibu ini ibumu di sekolah . Jangan ragu untuk bercerita . Mulai sekarang, kau harus berusaha “. Jangan pingsan, jika kamu melihat jin lagi.” “ Lha saya ditabrak bu, ??” kata Sri membela diri. “ Cobalah mendahului dia. Tabrak saja !”. Aku seperti pawang jin saja. Apakah caraku ini nanti manjur dan berhasil melepaskan Sri dari pengaruh jin. Ah, yang penting sudah mencoba dan berusaha. “ Iya... “, Sri mengangguk. Kelihatan optimis. “ Oke , kamu boleh kembali ke kelas. Setelah saran ibu kau praktikan, temui ibu kembali yaa..!” “ Gih buk “, Sri mencium tanganku dan keluar dari UKS itu. *** Sepanjang perjalanan pulang, aku dihantui persoalan Sri . Apa yang harus aku lakukan agar kejadian kesurupan tidak terjadi di sekolah. Aku harus banyak minta petunjuk dalam salat malamku. Hanya Allah sajalah yang mampu memberi pertolongan kepadaku. Aku sebagai guru agama , terpaksa terlibat dalam menyembuhkan siswa yang kerasukan jin. Mengenal Sri aku artikan sebagai anugrah dan tantangan. Sebagai anugrah karena dia mau dekat dan mendengarkanku sebagai gurunya. Tantangannya adalah apakah aku mampu sembuhkan Sri dengan kekuatan nasihat dan sugesti. Ada keyakinan juga bahwa sakitnya Sri hanyalah karna kurang perhatian dan kasih sayang. *** Hari berganti, sudah seminggu Sri tidak kesurupan. Dia menemuiku dengan wajah lebih segar dari biasanya. Hatiku tergelitik dengan rasa penasaran. “ Bagaimana nak?”, kau lihat jin lagi ? “ iya bu, di depan lab IPA”,sesuai perintah ibu, saya lari menabraknya. Dia menghilang dan saya tidak pingsan.” “ Nah begitu!, jangan mau kalah sama jin!” Aku luapkan kata itu di depan Sri. Sri tersenyum lebih lebar. Dia kupeluk dan kuusap –usap kepalanya. “ Kamu cantik sekali nak”, aku menatap matanya yang bahagia saat mendengar kalimatku barusan. *** Tibalah acara rutin kemah bakti sekolah. Sebagai agenda rutin dan kegiatan wajib, maka setiap siswa harus ikut dalam kegiatan tersebut. Keberuntungan tidak berpihak pada Sri. Salah satu penanggung jawab kemah sudah meng-ultimatum bahwa Sisri tidak akan diikutkan di kemah bhakti. Kondisi Sri yang sering kesurupan pada kegiatan pramuka, membuat jengkel pembina dan menganggap Sri akan merepotkan saat di bumi perkemahan. Desas desus itu aku dengar dari diskusi para guru dan pembina, namun aku tidak berani menyela atau berpendapat untuk mengikutkan Sri. Aku ingin menemui Sri terlebih dahulu. “ Sri , kamu mau ikut kemah bhakti ?” “ Ya buk, “ “ Nggak boleh, nanti kamu kesurupan !”, agak keras tapi sambil tersenyum. “ Kan sudah nggak lagi buk ,?” “ Yakin?”, tapi pembina sudah memutuskan kamu tidak akan di ikutkan, bab nanti kamu akan merepotkan kata beliau. “ “ Ibuk, aku mau ikut buk...” Sri merengek kepadaku. “ Apa kau jamin kau akan baik- baik saja ?’ “ Iya buk, saya berjanji !” Ucapan Sri membuatku yakin, kesembuhan itu karna kemauan yang kuat. Aku menemui pembina sekaligus penanggungjawab kemah bhakti. Dengan diskusi yang agak alot, aku berhasil meyakinkan beliau, bahwa Sri tidak akan merepotkan panitia di lokasi perkemahan. Berangkatlah Sri ke Bumi Perkemahan bersama teman – teman seangkatannya. Perasaanku tidak sabar menunggu rombongan kemah bhakti pulang. Aku akan segera menemui pembina pramuka dan akan menanyakan keadaan Sri saat mengikuti kemah. Tak lupa aku terus berdoa. Benar – benar aku meminta pertolongan pada Allah. Hanya Dia Penolong dan Kuasa atas segala sesuatu. “ Halo kakak pembina, sudah selesai kegiatan kemahnya ? Bagaimana kabar anakku Sisri ? Dengan santai aku menemui teman guru yang kebetulan sebagai pembina pramuka yang baru pulang dari kemah bakti. “ Haloo, Sisri baik, ceria kok. Tidak rewel !” kata beliau tenang. “ Baiklah, alhamdulillaah, trima kasih informasinya ya kak...” nadaku melantun karna kami sudah akrap. Aku lega mendengar kabar itu, dan tidak sabar untuk melihat wajah Sri yang ceria. Hari berikutnya Sri kembali menemuiku. Wajahnya berseri-seri dan bersemangat. “Ada apa nak ?” “ Ibu , saya bermimpi.” Aku menggernyitkan jidat, sambil memilih tempat untuk duduk dan mendengar baik- baik ceritanya Sri. Hal baru apa yang akan kutemui hari ini. Kelihatannya aku diminta tafsir mimpi. “ Mimpi apa nak ?” dengan tatapan yakin dan senyum bersemangat. “ Saya mimpi bertemu ibuk. Ibuk membawakan saya baskom berisi air. Dan meminta saya mencuci tangan.” Sri menjelaskan mimpinya. “Apa artinya buk ?” tanya Sri dengan penasaran. Nah , ternyata benar dugaanku. Dalam waktu singkat aku harus menterjemahkan mimpi Sri . Tanpa berpikir panjang aku meng-eksekusi mimpi tersebut dengan penuh keyakinan. “ Alhamdulillaah..., subhanallah...., Allah memberimu jalan untuk sembuh nak, kamu akan sembuh.” Kalimatku tak bisa tertahan. Tanpa sadar, mataku berkaca. Aku seperti mendapat jawaban dari Allah atas kegelisahanku selama ini. Siapa yang berhak membenarkan mimpi itu selain keyakinan dalam hatiku sendiri. Aku memeluk Sri dengan erat dan dia begitu hangat menyambutnya. Matanya menatapku manja. Kami sama sama bertemu dalam satu hubungan guru dan murid yang hangat. Satu sama lain merasa sangat dihargai dan merasa dipuncak keberhasilan. Setelah kejadian itu, Sri berubah menjadi sosok gadis yang ceria. Dia banyak bergaul dan bercanda dengan teman teman seusianya, tidak seperti dulu menyendiri di UKS atau di sudut kelas. Prestasinya merambat naik. Dari angka tiga , empat , lima hingga dia dapat nilai sembilan pada ujian lisan mata pelajaranku. Begitu juga saat ayahnya di panggil Yang Kuasa. Sepertinya hatinya telah ikhlas dan berpasrah pada garis takdir. “Saya akan bantu ibu cari uang bu, saya akan jaga warung sepulang sekolah”, begitulah cerita Sri sebagai isyarat dia akan bangkit . Tak terpikirkan olehnya rencana bunuh diri lagi. Hati dan pikirannya telah bersih. Berganti optimis dan semangat yang kuat. Sugesti positif dan salat sebagai obat hati itu telah tertanam dalam di pikirannya. Puncak kesyukuran adalah bahwa Allah sebaik –baik penolong. *** Kesurupan adalah kondisi yang ditandai oleh perubahan identitas pribadi. Kesurupan disebabkan oleh masuknya roh halus ke tubuh manusia, meskipun dunia medis tidak mengenal makhluk halus. Penyebab kesurupan adalah tekanan sosial dan mental yang masuk ke alam bawah sadar seseorang. Bantuan ustadz (atau ada yang dukun ) menurut saya masuk akal, karena orang kesurupan sedang dibantu (dinavigasi dari luar oleh ustadz/dukun/lain-lain) untuk memasuki wilayah alam sadarnya kembali. Sugesti positif juga dibutuhkan saat mental anak mengalami drop atau pada saat muncul perasaan menyerah. Sugesti adalah proses psikologis dimana seseorang membimbing pikiran, perasaan atau perilaku orang lain. Seseorang perlu disugesti jika pikirannya sedang kacau balau, atau terpecah belah. Pada situasi seperti ini, seseorang susah berpikir jernih, seakan terdapat benang kusut yang berada di kepala. Masalah satu belum selesai, muncul masalah lainnya. Di tengah kebingungan dan konsentrasi yang terpecah belah inilah, sugesti lebih mudah dan akan bermanfaat untuk membangun semangat dan kepercayaan dirinya. Pemberian kasih sayang dan perhatian juga sangat penting bagi mental putra – putri kita. Jangan sampai anak merasa sedih , kesepian dan putus asa. Jika anak mengalami kegalauan yang berlebihan maka akan mudah dirasuki oleh pengaruh negatif dari luar dirinya baik itu jin atau manusia jahat disekitar lingkungannya. *** Penulis: Ari Susana, Lahir di Gunungkidul 28 Oktober 1983. Bekerja sebagai guru honor sejak 2004. Diangkat menjadi PNS di SMA 1 Rongkop tahun 2009. Hobinya menulis buku harian, dan senang bergabung dengan pegiat literasi dalam penyusunan buku antologi. Menjadi seorang guru pada modernisasi yang kian melesat dengan perkembangan teknologi yang tak kalah hebat, guru harus tetap memiliki ruang tersendiri dihati para siswa. Dia mencintai siswanya dan bangga dengan profesinya. Karakter siswa itu unik dan beragam. Dia senang menulis kisah- kisahnya bersama si murid dan mengoleksi tulisannya itu di blog . Sebagai guru Pendidikan Agama Islam dia memiliki obsesi untuk bisa menyentuh hati para siswanya dengan qoulan_baligha. Mengajar karakter lebih menantang baginya daripada mengajar materi kognitif . Di kampungnya, dia sebagai guru ngaji. Mengobarkan semangat mengajar Al-Quran pada generasi muda seolah menjadi salah satu target hidupnya. Dia berharap, generasi penerusnya adalah generasi yang beriman, cerdas, dan penuh prestasi. 83-arisusana-blogspot.com Fb. Ari Susana IG . Bunda Queen

Selasa, 06 Oktober 2020

Ajarkanku Bahasa Perasaan

Dia sangat percaya diri. Mencintai tanpa mengatakannya padaku. Tidak adanya kata cinta membuat pertemanan kami seperti drama. Bagaimana tidak, aku menganggapnya sebagai teman , sementara Mas Eko menganggap aku sebagai kekasihnya. Aku berlaku dingin, sementara dia mengumbar perhatian. 
Kami berangkat bersama berboncengan ketika berangkat kuliah. Tidak bisa kutolak kemauannya , karena dia bilang sedang tidak ada motor. Kebiasaannya lagi adalah dia selalu mengatur pakaian yang aku pakai. Setiap dia melihatku memakai celana panjang ke kantor atau kuliah, dia selalu mengkritik. 
 “ kamu nggak pantas !, pakailah rok panjang saja !” 
Akupun bergegas menuruti katanya, segera kuberganti rok panjang yang sangat merepotkan jika kupakai berboncengan miring dengannya. Aku harus memegangi rok sepanjang jalan agar tidak masuk ke ruji roda. 
Kami bekerja di sebuah instansi pemerintah di pagi hari dan mengikuti kuliah khusus di sore hari. Kami saling membantu dalam kesulitan apapun. Menerimanya dengan baik adalah kewajiban bagiku, karna dialah orang yang menawarkan kepadaku pekerjaan baik ini. Sangat sulit untuk menerimanya sebagai pacar atau kekasih. Tidak ada rasa sama sekali pada hatiku. Melihat perhatiannya semakin berlebih kepadaku, orang tuaku pernah bertanya kepadaku tentang teman laki- lakiku itu. Hal baik dari orang tuaku adalah kemerdekaan memilih dan mencintai berada di tanganku. Tidak ada Kelebihan yang dikagumi.Orang selalu jatuh cinta pada seseorang karena ia punya kelebihan yang menarik perhatian. Kelebihan itu bisa jadi tidak ia miliki. Tidak harus wajahnya menawan, tapi jika ia punya sesuatu yang enak untuk dilihat dalam kesehariannya entah itu cerdas, mudah senyum atau jago olahraga, penampilan fisik yang menarik hanya jadi bonus saja. Aku merasakan Tidak pula ada kecocokan saat berinteraksi. Banyak orang jatuh hati karena menemukan chemistry atau kecocokan yang kuat dengan karakter orang yang disukainya tersebut. Hal ini membuat orang yang jatuh cinta mampu menjadi diri sendiri dan jujur. 
Ketika aku berkunjung kerumahnya, betapa baik orang tuanya menyambutku. Aku mampir sekedar memenuhi permintaanya. Saat itu dia bilang rumahnya kosong. Orang tuanya sedang menghadiri hajatan. Aku duduk diruang tamu sembari menyandarkan punggungku dengan nyaman. Dia berada dilantai beralas tikar sambil menonton TV. Satu jam kemudian ada orang membuka pintu bagian belakang. 
Seorang wanita dan laki- laki. Rupanya dia ayah dan ibunya. Ibunya menemuiku,kami bersalaman. Sekejab saja ibunya kembali kedapur dan membawa makanan dari dapur. Nasi yang masih panas dengan lauk pauk lengkap.Sepertinya semua masakan baru saja matang. “Ibu, siapa yang masak ?” , tanyaku. “Ibu sendiri nak.” Rupanya didapur tadi ada orang. Ibunya memasak tetapi tidak ada suara gemlonteng alat- alat dapur. Saya diajak makan bersama sama. Sungguh saya heran, cara ibunya memperlakukan aku. Seperti tamu istimewa saja aku disini. Ayahnya juga begitu lembut dan ramah menyapaku. Menanyakan orang tuaku, pekerjaan dan makanan khas yang ada di daerahku. 
Setelah makan siang dan duduk ngobrol sebentar dengan ayah ibunya, aku berpamitan untuk pergi kuliah. Mas Eko sudah menungguku di motor. Orang tuanya mengantarkan kami dengan pandangan mata sampai kami tidak kelihatan di belokan jalan. 
***
 Pulang kuliah, aku diantar mas Eko samapai rumah. Mata Mas Eko melihat sekeliling, sepertinya dia tau semalam ada yang terjadi di rumahku. Perayaan ulang tahunku bersama teman temanku. Dia seperti menyesali moment itu dan sedikit menyalahkanku. Tetapi tidak begitu ku pikirkan, aku terus saja ke dapur untuk membuatkan dia minum. Perjalanan dari kuliah sangat melelahkan, kebetulan matahari juga begitu terik. Aku yakin dia lelah dan haus. Setelah melepas jaket Almamater kampus itu, aku melihatnya duduk lalu meraih gitar yang tersandar dikursi ruang tamu. Tangannya mulai membunyikan dawai gitar itu. Sudah kutangkap melodi dari senar senar itu mulai dimainkan. Kali ini aku mulai tertarik dan tak sabar untuk duduk disampaingnya. “ Kau bisa main ?” Dia hanya diam , sambil terus bermusik. Aku mengikuti irama itu hingga aku menyahut dengan syairnya. Semakin aku ikuti musiknya semakin nyaman aku berlagu. Dia melirik kepadaku , seolah memberi isyarat agar aku melanjutkan lagu sampai selesai. Aku memintanya berhenti, dan mempersilahkan untuk minum. Dia meminum air yang kusuguhkan, dan melihatku. Tangannya menghentak lantai berulang kali. “ Harusnya kita mainkan lagunya tadi malam “. Kalimatnya seperti menyesali waktu yang sudah lewat. Lama kami tak berucap. Dia mengeluarkan sesuatu dari dalam tasnya. Bungkusan kecil berwarna itu dia serahkan padaku. Aku menerimanya , dan mengucapkan terima kasih . Tak lama dia berpamitan, juga minta ijin untuk membawa motorku lagi. Sampai malam , aku baru sempat membuka bungkusan itu. Sebatang coklat dan sepucuk surat. Benar, saat ini jelas isinya bahwa itu surat cinta. Begitu yakinnya dikatakan dalam surat itu bahwa ada perasaan yang sama antara aku dan dia, padahal tidak. Betapa tegas kemauan kalimat – kalimat itu, agar aku merahasiakan hubungan yang telah dijalin, sementara bagiku tak ada hubungan apa- apa. Begitu konyol, dia berkata dalam suratnya bahwa aku tidak perlu membalas suratnya karna dia sudah tahu isi hatiku. Jika balasan surat saja tidak akan kubuat, apalagi balasan cinta. Aku geleng- geleng dan menghela nafas. “Bagaimana ini?” aku berdialog dengan hati begitu jengkel. Ada orang seaneh itu. *** 
Pada hari berikutnya aku sampaikan dengan jujur, apa jawabanku atas suratnya. Jika dia melarangku membalas suratnya , maka aku akan sampaikan dengan lisan bahwa aku tudak mencintainya. Aku tahu bahwa cinta bisa jadi kesedihan yang nyata bila cinta yang tumbuh trnyata hanya bertepuk sebelah tangan. Rasanya pasti menyakitkan, apalagi selama ini dia gede rasa gengsi. Dia hanya terdiam. Sebentar dia menutup wajahnya dengan kedua tangan. “ Mencintai seseorang yang tidak mencintaimu sama seperti memeluk kaktus. Semakin erat kau memeluknya, semakin sakit yang kamu rasakan.” Begitulah ku katakan kepadanya seperti yang pernah kubaca dalam sebuah anonim. Aku berlalu meninggalkannya. Hari ini kami menjadi canggung. Selama bekerja , kami tak berbicara sepatah kata apapun. Dia sibuk mengamati layar laptonya sambil mengetik. Entah apa yang ia kerjakan hari ini. Terdengar musik lirih mengalun di sela sela kesibukan dan perasaan kami masing masing. Lagunya Adaband, yang populer di tahun 2006.

Bagaimana mestinya? 
Membuatmu jatuh hati kepadaku Tlah ku tuliskan sejut puisi Meyakinkanmu membalas cintaku... Haruskah ku mati karenamu Terkubur dalam kesedihan sepanjang waktu.. 

Begitu saja terus syair lagu diputar sampai seharian hingga jam kerja selesai dan aku mendahuluinya pulang. 
*** 
Aku mendekatinya dan berdiri diam tepat di belakangnya. Jemarinya terus saja mengetik pada laptop , mungkin tugas kantor yang harus dia selesaikan. Disebelahnya ada teman laki- laki yang sedang menyeruput segelas kopi. Setelah lama aku diam dibelakangnya, dia mulai mengajakku bicara dengan pelan. “ Apakah kau tidak bisa mencintaiku??” “ Tidak !” jawabku lebih pelan “ Jika aku paksa untuk mencintaiku, apa tetap tidak bisa?” “ Maafkan aku!” sambungku lagi. “ Aduuuh, sakitnya !” sahut teman di sebelahnya, sambil mengelus dadanya sendiri. Hubungan kami tetap baik sebagai teman kuliah dan teman kerja. Hanya saja sejak itu, dia tak pernah datang ke rumahku lagi. Rasa bersalah muncul dalam hatiku ,sedikit demi sedikit. Tiap kali bertemu dengannya aku selalu lebih banyak memulai pembicaraan. Aku banyak menawarkan bantuan baik itu tugas kantor ataupun tugas kuliah. Hal itu aku lakukan untuk mengurangi rasa bersalahku terhadapnya. 
***
 Beberapa bulan kemudian hubungan pertemanan kami kembali normal. Kami sama- sama melupakan apa yang pernah terjadi. Sampailah pada cerita baru ketika dia mengenalkan kepadaku seorang gadis. Aku menyambut hal itu dengan lega. Jika dia tidak bertemu pujaan hati atau dia menemui kegagalan cinta lagi, maka aku tidak bisa memaafkan diriku sendiri. “ Kamu pacarnya mas Eko?” Kalimatku seolah membuatnya sangat bahagia. Sudah ketahuan bahwa mereka sudah membangun hubungan. Kami mengobrol dengan asyik. Mereka juga kelihatan dekat. Sesekali mas Eko menatapku dengan senyum, melihat si gadis cantik itu bercerita dan menggemaskan.Aku membuat kesimpulan , mereka pasangan yang serasi. Untung ada seorang gadis yang baik yang segera mengisi hati mas Eko . Aku begitu kejam, hingga berterus terang mengatakan bahwa aku tidak bisa mencintaianya. Sejak dia punya kekasih, dia seperti menjauh. Tapi tidak menjadi masalah. Aku akan lebih bahagia jika dia bisa melupakanku. 
*** 
 Berbulan- bulan tidak ada cerita antara aku dan Mas Eko, namun hari ini Andin datang kerumah. Tidak dengan Mas Eko, tapi dia sendirian. Wajahnya yang manis dan ceria begitu khas dia tampakkan saat bertemu denganku. Segeralah kami masuk rumah , dan tak sabar untuk menanyakan kabarnya, keluarganya dan juga Mas Eko. “ Kok sendirian, mana mas Eko ? sapaku memulai obrolan. “ Aku sudah putus !” Wajah ceria itu berubah menjadi muram. Matanya berkaca. Bibirnya gemetaran, seperti menahan marah. “ Apa masalahnya ?” “ Orang tuanya sangat membenciku !” jawab Andin “ Kenapa tidak bicara baik –baik, katakan kalian saling mencintai !” nadaku keras . “ Tidak!!, Mas Eko tidak mencintaiku. Suara Andin parau, seiring isak tangisnya yang dalam . Aku duduk bergeser lebih dekat padanya. Aku menarik tangan yang dia pakai untuk menutup wajahnya. “ Jujurlah padaku! Apakah Mas Eko pernah berbuat padamu, seperti apa yang dia perbuat padaku? Pertanyaanya memelas. “ Maksudmu...?? mataku terbelalak dengan ketakutan akan satu hal yang mestinya dilarang dilakukan pasangan sebelum menikah. Dia mengangguk, mengisyaratkan bahwa dugaanku benar. Tangisnya semakin keras dan memelukku dengan erat. Aku masih kebingungan dan tidak percaya. Kubiarkan Andin menagis dengan puas dipelukanku. Aku juga terbawa keadaan. Mataku basah dan badanku seperti tak bertulang. Kenapa Andin datang kepadaku dan menceritakan semuanya tentang Mas Eko dan keluarganya? Sebab dia pernah mendapat cerita dari Mas Eko bahwa aku pernah jadi kekasihnya . Lagi – lagi dia menunjukan kelihaiannya berhalusinasi. *** Malam ini aku tidak bisa lari dari perasaan memuji diri sendiri. Aku bangga sebagai seorang yang sulit mencintai, kejam, tak pernah mengerti bahasa perasaan. Aku benar- benar memaafkan diriku sendiri. Astaghfirullah hal aziiim, nafasku seperti berhenti. Aku mengingat , berapa kali aku berada dirumahnya berdua, berada dikantor berdua, perjalanan berdua, mampir di kos laki- laki nya berdua, naik gunung berdua, kuliah berdua, dan banyak waktu aku hanya berdua saja dengan Mas Eko. Tak setitik curiga, khawatir ataupun takut aku disampingnya. Aku tersipu saat mengingat dia pernah mengulurkan tangannya saat dijalan terjal naik gunug . Aku menolak dan tak mau meraih tangannya.
Slamet Slamet,desisku sambil mengelus dada.

# hi hi hi #

BACALAH SEKITARMU

Ketika pikiran mulai tak berimbang. Persepsi sudah disalah arti. Kukira orang paham,namun ternyata sulit mengerti. Berada diatas setir kenda...