Jumat, 16 Oktober 2020

Dibalik RahasiaMu

Bulan Maret 2020. Datang virus Corona atau covid 19. Dunia hiruk pikuk dilanda kecemasan. Ketakutan luar biasa saat melihat televisi dengan meningkatnya jumlah korban meninggal. Awalnya hanya melihat di TV tentang negara China yang terkena wabah, kemudian negara lain ,dan sampai juga di Indonesia. Demikian juga hiruk pikuk di dunia pendidikan . Mungkinkah sekolah libur. Merasakan KBM full day sangat membuat lelah ,tidak hanya muridnya tapi juga gurunya. Berandai- andai bagaimana jika sekolah benar benar libur. Pasti menyenangkan seperti liburan semester. Menunggu surat Edaran dari pemerintah, ternyata DIY tetap memberlakukan KBM tatap muka di bulan Mei. Mengapa?
Rumor di kalangan rakyat pedesaan kanjeng Sultan sudah malakukan lakon bisa menolak virus, dan rakyat sudah membuat sayur tujuh rupa untuk keselamatan. Entah benar entah salah,he he he ... memang sudah jadi rejekinya tukang sayur.
Namun virus tetap menjamah Jogja. Sultan mengumumkan belajar daring atau belajar online dari rumah. Senang,namun sedikit khawatir. Mengajar sekolah pinggiran sangat sulit memperoleh signal internet yang bagus. Minggu awal pelajaran daring mulai dilaksanakan. Membuat wa grup kelas atau dengan google classroom. Guru biologi mengundang siswa digrup kelas biologi, guru sejarah, guru geografi,guru matematika, guru ekonomi , semua mapel mengundang murid muridnya untuk bergabung. Begitupun murid - murid. Mereka yang aktif, Segeran klik tautan warna biru yang diminta guru, coba bayangkan berapa grup yang mereka miliki di hape. Pasti ada juga grup keluarga,saudara trah, grup sepak bola,grup kelas dan lain lain.  Benar benar takjub dengan teknologi hape yang kian mahal kian canggih.
Memegang hape seharian dirumah dalam kondisi libur, dulunya seperti mimpi. Tapi kini mereka alami. Tak ada lagi batasan batasan waktu kapan pegang hape dan kapan belajar atau mebantu orang tua. Pokoknya asal pegang hape, maka dianggap belajar daring.
Guru juga tak kalah sibuk dengan hapenya....
Mulailah membuat tugas tugas daring, administrasi daring, video, audio untuk di daringkan. Seminggu KBM daring belum begitu terasa efeknya. Minggu kedua setelah memeriksa pekerjaan siswa lewat hape,ternyata melelahkan. Lebih lelah daripada koreksi manual. Mata sakit, kepala kliyengan. Mengajar 12 kelas dengan jumlah siswa perkelas 25 sampai 30 orang. Sekali tugas masih ringan, tapi jika sudah tugas kedua,ketiga,ke empat dan sampai sekarang kurang lebih 8 bulan maka sangat lelah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

BACALAH SEKITARMU

Ketika pikiran mulai tak berimbang. Persepsi sudah disalah arti. Kukira orang paham,namun ternyata sulit mengerti. Berada diatas setir kenda...