Namun perasaanku mendung...
Gumpalan gumpalan awan dipelupuk mata hampir jatuh.
Aku berat melepas kekasihku
Sorot matanya begitu memelas melihatku.
Menampar pipiku lirih,karena sakit hatinya yang dalam.
Dia tak berani mamaksaku melanjutkan hubungan.
Tidak sekedar menjauhi hatinya,
Tapi aku benar benar sudah menjatuhkan pilihan untuk meninggalkannya.
Keputusanku sudah bulat.
Perbedaan asa dan tembok larangan orang tua yang begitu tinggi.
Hati kecilku mencintainya
Memuji ketulusan
Memuji kebaikan dan segala perhatian.
Aku memang mencintainya tapi untuk memilikinya, hatiku masih berat.
Aku bertanya pada Tuhan," bukan yang ini kan???"
Sekarang atau besok aku akan temukan cinta yang sesungguhnya....
Ko kyone mlh nyambung cerpenku to yoo hehe
BalasHapus