Tak menyurutkan keberanian pemuda dusun kami, buktinya peringatan tetap terlaksana. Bahkan telah terprogram rangkaian panjang kegiatan mulai dari lomba ketangkasan anak anak ,bal balan sarung, voli layar dan juga rias pasangan telah diadakan. Ibu ibu juga telah mengeluarkan kadegdayan mereka dalam bidang lomba masak memasak. Sekilas memang sebuah pelanggaran protokol, namun sejatinya adalah pengorbanan yang luar biasa. Pemuda pemudi dusun merelakan waktu,pikiran dan tenaganya. Bahkan mereka tidak pulang ,saking banyaknya persiapan dan maratonnya kegiatan sore dan malam, tambah berdagang makanan kecil pula. Itu sih cerdas,namun betul betul butuh kerja keras.
Dimana bumi dipijak ,disitu langit di jinjing. Apresiasi besar buat mereka karna mau memikirkan kemajuan kampungnya. Tak hanya alasan itu, tapi sejatiny karna mereka rindu.
Rindu dengan keadaan normal yang dulu pernah mereka rasakan. Kegiatan ini seolah menjadi tempat pelarian anak anak yang lelah belajar daring. Bahkan lebih lelah orang tuanya karna selama pandemi covid , mereka harus alih profesi sebagai guru. Terlihat pula bahwa pemuda pemudi ini bangga dengan negerinya. Wibawa hari 17 itu seolah menancap dipikiran mereka, dan membawa mereka bangkit dan berkreasi.
Ya Rab, ..... Negeri kami sedang sakit, maka sembuhkanlah dengan kuasaMu . Tepuk pundak pemuda pemudi bangsa, agar mereka yakin dan teguh dalam berjuang. Beri harapan pada mereka bahwa negeri ini akan pulih dan selamat.
Aamiin.
Ngringin 16 Agustus 2020.
#Penulis hati#
Mbakarisusana@gmail.com
Waaw..luar biasa te..keren..
BalasHapusAamiin.. Smg negri ini sgra terbebas dari sakit ini..
Waaw..luar biasa te..keren..
BalasHapusAamiin.. Smg negri ini sgra terbebas dari sakit ini..
Waaw..luar biasa te..keren..
BalasHapusAamiin.. Smg negri ini sgra terbebas dari sakit ini..
Aamiiin
BalasHapus